AMBON,N25NEWS.id-Salah satu warga Desa Kariu,Kecamatan Pulau Haruku,Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), yang pernah menjadi korban konflik (Kariu-Ori) mempertanyakan nasib mereka yang masih menggunakan Tenda sebagai tempat tinggal mereka.Pasalnya,mereka sudah balik ke Negeri,namun masih tinggal di Tenda-Tenda,karena sebagian besar rumah belum dibagun.Hal ini menjadi pemandangan yang menyayat hati.
Warga tersebut menyampaikan pesan kepada pemerintah daerah dalam hal ini bapak Gubernur Maluku dan bapak Wakil Gubernur Maluku,serta Bupati dan Wakil Bupati Malteng,bahkan pemerintah pusat,kepada Presiden dan Wakil Presiden RI.
“Pesan ini saya tujuhkan kepada pemerintah daerah,terutama kepada Gubernur Maluku dan Bupati Malteng.Terhitung tanggal 26 Januari 2026,empat tahun sudah Desa Kariuw masih dilupakan,”ungkap warga tersebut lewat akun Tik Tok Venda Herlin.Kamis (15/1/2026).
Dan lewat akun tiktok Venda Herlin juga ,warga tersebut menyampaikan,masyarakat Kariu masih tinggal di tenda-tenda,karena belum memiliki rumah yang permanen.Selain itu,mereka masih mengharapkan uluran bantuan pemerintah,tetapi pemerintah seolah melupakan semua kejadian yang pernah terjadi pada masa itu.
Apakah Kariu dianaktirikan pemerintah daerah,sehingga dilupakan begitu saja oleh Pemda ???.
Apakah peran pemerintah daerah,cuma bisa memilih-milih sehingga, desa-desa yang mengininkan uluran tangan pemerintah seolah dilupakan.
NKRI harga mati,tapi mengapa masyarakat Kariu tidak mempunyai harga untuk NKRI ???.
Hari ini -15 hari,4 tahun sudah masyarakat Kariu terombang ambing di dalam negera sendiri,(26/1/2022/26/1/2026).
“Bapak Presiden dan Wakil Presiden RI,bapak Gubernur dan bapak Wakil Gubernur Maluku,bapak Bupati dan bapak Wakil Bupati Maluku Tengah (Malteng).Tolong jawab pertanyaan orang Kariu ni dolo e,”pintanya.
“Miris sekali…Sampe hati lai bos-bos e.,”tandadnya.
Sebagai informasi,pembangunan rumah bagi warga Kariu yang terdampak konflik sosial tahun 2022,sudah dibangun.Namun,masih belum selesai sepenuhnya.
Dari total 257 rumah yang direncanakan,baru 50 unit khusus yang telah selesai dibangun dan diserahkan kepada warga pada Maret 2024,menyisakan 207 unit yang masih dalam proses penanganan.
Sedangkan,total kebutuhan diperkirakan 257 rumah warga di Kariu mengalami kerusakan atau terbakar akibat konflik pada Januari 2022,memaksa pendusuknya mengungsi.
Untuk realisasi awal,Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Penyedia Perumahan (PUPR),telah menyelesaikan dan menyerahkan 50 unit rumah khusus kepada warga.Rumah ini merupakan bagian dari program rehabilitasi pasca konflik pemerintah pusat.
Proses berlanjut pembangunan 207 rumah,sisanya masih menjadi prioritas pemerintah daerah,baik provinsi, maupun kabupaten.
Sementara itu,keterangan dari Sekretaris Negeri Kariu,Estefanus Leatomu,SH.,yakni, total kebutuhan perumahan yang dibutuhkan masyarakat Negeri adalah 353 unit, sesuai 353 Kepala keluarga yang dikembalikan dari pengungsian di Negeri Aboru pada tgl 19 Desember 2022, dengan perincian realisasi pembangunan sebagai berikut :
1.93 unit rumah dlm kategori rusak berat, telah direhabilitasi oleh Pemda Malteng sebanyak 90 unit pada tahun 2023 dan 3 unit dilakukan pembangunannya pada moment Bakti Sosil TNI oleh Kodam 15 Pattimura (pada saat itu masih Kodam 16 Pattimura) dalam tahun yang sama
2.Dilanjutkan dengan pembangunan baru 50 unit rumah (type rumah RISA) oleh kementerian PUPR melalui Balai Perumahan Provinsi Maluku, dan setelah rampung diserahkan penggunaannya kepada masyarakat Kariu pada bulan maret 2024.
3.Sementara tersisa 210 unit rumah yang harus dibangun baru oleh pemerintah, sebagai program lanjutan dari 50 unit yang telah dibangun, belum ada progres apapun sampai saat ini, sejak penyerahan 50 unit rumah type RISA pada bulan Maret 2024.
4.Dengan demikian masih ada 210 KK masyarakat Kariu yang masih menghuni tenda-tenda hunian sampai saat ini selama kurang lebih 4 tahun.(**)