AMBON,N25NEWS.id- Minat Masyarakat Jadi Orang Tua Asuh Atas Stunting Di Provinsi Maluku Masih Rendah.
Hal ini di tegaskan Kepala Perwakilan Bkkbn Maluku dr.Mauliwaty Bulo di kantornya,senin 11 Agustus 2025.
Dia menyebut dari peluncurannya oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) pada 2024 kemarin, perkembangan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) sampai dengan bulan Juli 2025,orang tua asuh di Maluku baru mencapai 126 orang dengan jumlah keluarga risiko stunting yang di bantu 178 anak asuh.
“Dari jumlah tersebut,masih jauh dari target kami,yaitu 4350 orang tua asuh,”tegas dr.Mauliwaty Bulo.
Namun demikian ungkap Kepala Perwakiklan BKKBN Maluku tersebut,berbagai upaya terus di lakukan Bkkbn Provinsi Maluku dengan medatangi instansi swasta dan juga para pejabat,namun sampai sekarang pihaknya belum mendapatkan informasi kembali terkait kesedian mereka jadi orang tua asuh.
dr.Mauliwaty juga mengakui problem yang di hadapi di lapangan yaitu kemampuan, kesediaan dan keiklasan dari orang tua asuh untuk bisa berpartisipasi.
“Ada yang sudah bersedia namun belum di tindak lanjuti”,ujarnya.
Dia berharap bagi yang belum menjadi orang tua asuh,untuk sama-sama mendukung dan membantu keluarga-keluarga yang masuk dalam keluarga berisiko stunting,karena keluarga berisiko stunting adalah keluarga yang miskin secara ekonomi yang tidak bisa menyediakan makanan bergizi.
Untuk di ketahui, Gerakan Orang Tua Asuh (GENTING) untuk Cegah Stunting adalah upaya kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, untuk memberikan dukungan kepada keluarga berisiko stunting. Tujuannya adalah untuk mencegah stunting melalui intervensi gizi dan non-gizi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting.