MALTENG,N25NEWS.id-Rekonsiliasi dan diseminasi verval KRS yang dilakukan di tingkat kabupaten kota/Se-Maluku merupakan salah satu strategi Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku dalam upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi Maluku.
Verval keluarga risiko stunting juga merupakan program penting sebagai implementasi satu dari lima kegiatan prioritas percepatan penurunan stunting yang ada di dalam dokumen Rencana Aksi Nasional.
Penurunan Angka Stunting di Indonesia (RANPASTI).
Pelaksanaan Rekonsiliasi dan diseminasi verval KRS di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) bertujuan untuk memaparkan data terkait keluarga beresiko stunting dan menyebarluaskan data kepada para pemangku kepentingan dan mitra kerja.
“Saya berharap data yang disajikan sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan, karena melalui data ini kita dapat mengetahui siapa yang akan menikah, siapa yang sementara hamil, siapa yang akan berKB dan jumlah balita di wilayahnya sehingga intervensi yang dilakukan oleh berbagai pihak dapat tepat sasaran sesuai data keluaraga yang berisiko karena apabila dilakukan intervensi dan pendampingan dengan baik maka dapat mencegah kelahiran balita stunting di Malteng,” jelas Kepala Perwakilan BKKBN Maluku Dra Renta Rego.
Disampaikannya,data yang disajikan dalam kegiatan ini merupakan data keluarga beresiko stunting di Kabupaten Malteng,bukan terkait jumlah stunting di Kabupaten Maluku Tengah dengan mencocokan data Pemutakhiran Pendataan Keluarga tahun 2022 dengan Verval KRS tahun 2023.
Sara Hitipeuw selaku penata KKB juga menyampaikan bahwa berdasarkan data hasil penginputan verval KRS, untuk Kabupaten Maluku Tengah dari total jumlah desa/kelurahan yang menjadi lokus sebanyak 86 desa/kelurahan, 76 desa diantaranya telah berhasil melakukan verval atau capaian sebesar 90 persen.
Diharapkan Kabupaten Maluku Tengah ditahun depan dapat meningkatkan capaian penginputan verval KRS menjadi 100 persen karena ini merupakan tanggung jawab bersama baik tingkat provinsi, kota dan kabupaten.
“Untuk itu,sangat dibutuhkan komitmen dan kerjasama yang baik oleh tenaga lapangan dalam hal ini PKB/PLKB, PPPK dan Kader-kader pendata di wilayah kerja masing-masing.Sehingga capaian penurunan stunting di Malteng dapat tercapai” tutup Renta Rego.(**)