AMBON,N25NEWS.id-Dalam momentum peringatan HUT ke-87 KONI Tahun 2025,Wali Kota Ambon yang juga menjabat sebagai Ketua KONI Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan komitmen kuat pemerintah dan pengurus KONI untuk menghidupkan kembali kejayaan sepak bola di Kota Ambon.
Hal itu disampaikan saat membuka Turnamen Sepak Bola Usia 20 (U-20) yang digelar sebagai bagian dari program pembinaan atlet muda.
Dalam sambutannya, Wattimena mengatakan,dalam berbagai kesempatan masyarakat selalu mempertanyakan komitmen pemerintah terhadap olahraga sepak bola.
“Bagi masyarakat Ambon, sepak bola bukan sekadar olahraga. Ini sudah menjadi bagian dari ‘agama besar’, bagian dari identitas dan kebanggaan warga,” ujarnya.
Ia menjelaskan,saat terpilih sebagai Ketua KONI Kota Ambon, dirinya langsung mendorong jajaran pengurus untuk memulai kembali langkah-langkah konkret membangkitkan sepak bola. Salah satunya melalui revitalisasi Pesta Ambon yang pernah menjadi kebanggaan masyarakat kota ini.
“Nama besar Pesta Ambon mulai kita hidupkan kembali sebagai bagian dari upaya membina generasi muda agar memiliki ruang untuk berkembang,” kata Wattimena.
Turnamen U-20 yang saat ini digelar bukan sekadar event kompetisi, tetapi akan dijadikan agenda tahunan sebagai bentuk kesinambungan pembinaan. Ia menegaskan bahwa pembinaan juga akan dilakukan secara berjenjang dengan membuka kompetisi usia 13, 15, dan 17 tahun sesuai regulasi PSSI.
“Kita ingin memastikan pembinaan sepak bola berjalan sesuai usia dan tahap perkembangannya, sehingga Kota Ambon dapat kembali melahirkan pemain-pemain yang mampu bersaing di level nasional,” jelasnya.
Menurut Wattimena, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah minimnya klub aktif di Kota Ambon.
“Dulu klub di Ambon cukup banyak. Ada Foodlus, Kuda Laut, Virgin, Maluku Utara, dan lainnya. Tapi sekarang tinggal delapan klub saja. Ini terjadi karena sepak bola sempat mati suri,” ungkapnya.
Karena itu, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota dan KONI akan kembali menghidupkan turnamen besar seperti Piala Wali Kota, Piala Gubernur, dan Piala Soekarno yang dulu pernah menarik perhatian masyarakat.
Selain membangkitkan kompetisi lokal, turnamen U-20 ini juga menjadi persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Maluku (POPMAL) 2026.
“Turnamen ini menjadi ajang seleksi. Mereka yang tampil baik akan mewakili Kota Ambon dalam POPMAL 2026,” kata Wattimena.
Ia juga menyinggung soal fasilitas olahraga yang masih terbatas di Kota Ambon, namun tetap menyampaikan optimisme.
“Mungkin hari ini Pemerintah Kota belum punya lapangan sepak bola yang representatif. Tapi saya yakin ke depan Kota Ambon akan memiliki stadion yang layak,” ujarnya.
Menurutnya, fasilitas olahraga yang baik merupakan syarat penting jika Ambon ingin kembali menjadi pusat pembinaan sepak bola di Maluku.
Menutup sambutannya, Wattimena mengajak seluruh pemain, pelatih, dan wasit menjunjung tinggi sportivitas.
“Wasit memiliki peran penting. Dan kepada para pemain, tunjukkan sportivitas karena kalian adalah generasi masa depan Kota Ambon,” tegasnya.
Turnamen U-20 tersebut diharapkan menjadi titik awal kebangkitan sepak bola Ambon, sekaligus memperkuat komitmen pembinaan atlet muda untuk menghadapi berbagai kompetisi tingkat provinsi hingga nasional.(**)