May Day Membara di Ambon: SOKSI–KSBSI Maluku Satu Barisan, Tuntut Keadilan Buruh Bukan Sekadar Seremoni

by -7 views
by

AMBON,N25NEWS.id-Peringatan Hari Buruh Internasional di Kota Ambon, Jumat 1 Mei 2026, bukan sekadar seremoni. Ribuan buruh bersama Depidar SOKSI Maluku dan KSBSI Maluku memadati Lapangan Merdeka sejak pagi. Jalan santai, senam massal, hingga pembagian doorprize menjadi pembuka, sebelum orasi lantang menggema menuntut keadilan bagi pekerja.

Ketua Harian Depidar SOKSI Maluku, Subhan Pattimahu, menegaskan SOKSI Maluku serius berkolaborasi dengan KSBSI Maluku memperjuangkan hak buruh.

“KSBSI organisasi, SOKSI juga organisasi. Kita saling bersinergi dalam program kerja. Tujuannya satu: memperjuangkan hak-hak buruh,” ujar Subhan di sela aksi.

Subhan menyoroti keadilan dan kesejahteraan sebagai persoalan utama yang masih membelit buruh Indonesia, termasuk di Maluku.

“Masalah keadilan dan kesejahteraan, itu yang jadi soal bagi kaum buruh selama ini. SOKSI Maluku betul-betul serius bekerja sama memperjuangkan hak-hak keadilan bagi kaum buruh yang mengisi sendi pembangunan di Indonesia, juga di Maluku,” tegasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi SOKSI–KSBSI bukan wacana. Kedua organisasi akan menyatukan program kerja agar gerakan buruh lebih terarah dan berdampak.

“Kalau kita jalan sendiri-sendiri, hasilnya kecil. Tapi kalau bersatu, suara buruh lebih kuat. Itu yang sedang kita bangun,” kata Subhan.

Momentum May Day 2026, kata Subhan, dipakai SOKSI Maluku memperkuat barisan bersama serikat buruh. Ia memastikan SOKSI akan “pasang badan” membela kepentingan pekerja dari kebijakan yang tidak berpihak.

KSBSI: Jadikan Serikat Buruh Mitra Strategis,
Di tempat yang sama, Ketua KSBSI Maluku, Gerson Haurissa, menegaskan serikat buruh harus diposisikan sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi Maluku, bukan sekadar penyedia tenaga kerja.

“Catatan penting adalah jadikan serikat buruh ini sebagai mitra strategis di Maluku. Bukan saja menggunakan tenaganya, tapi dalam pengambilan keputusan dan kebijakan juga harus bersama-sama dengan serikat buruh,” tegas Gerson.

Ia menyebut kapasitas pekerja dan pengurus serikat di Maluku tidak perlu diragukan.

“Skill dan soft skill teman-teman pekerja atau serikat di Maluku ini mumpuni untuk terlibat aktif merumuskan kebijakan ketenagakerjaan. Karena itu libatkan kami sejak perencanaan, bukan hanya saat ada masalah,” ujarnya.

Gerson juga memastikan KSBSI Maluku mendukung penuh langkah pemerintah membangun daerah. “Kami semua mendukung pemerintah dalam usaha membangun Maluku ke depan,

” kata Gerson. Namun, dukungan itu harus sejalan dengan penghormatan terhadap hak-hak buruh.

Ia berharap sinergi pemerintah, pengusaha, dan serikat buruh dapat menciptakan iklim ketenagakerjaan yang adil dan mendorong kesejahteraan pekerja di Maluku.

Peringatan May Day di Lapangan Merdeka berlangsung aman dan tertib hingga siang hari. Selain orasi, massa buruh membentangkan spanduk tuntutan, mulai dari upah layak, jaminan sosial, hingga pelibatan serikat dalam penyusunan regulasi daerah.(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *