AMBON,N25NEWS.id – Ketua Umum KONI Provinsi Maluku, M.A.S Latuconsina, menghadiri pelantikan Pengurus PODSI Maluku periode 2023–2027 di Baleo J. Leimena, Kamis (4/6/2026).
Dalam sambutannya, Sam menegaskan bahwa pelantikan organisasi olahraga tidak boleh hanya dianggap sebagai seremoni belaka, tetapi harus menjadi titik awal konsolidasi besar demi kebangkitan prestasi olahraga Maluku.
“Acara seperti ini jangan dimaknai sekadar seremonial biasa. Ini momentum awal konsolidasi dan pembinaan organisasi untuk membangun olahraga dayung sebagai cabang unggulan Maluku,” tegas Sam di hadapan pengurus dan insan olahraga yang hadir.
Namun, pernyataan paling menyita perhatian datang ketika Sam secara terbuka menyinggung merosotnya prestasi olahraga Maluku di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
Menurutnya, tren perolehan medali emas Maluku terus mengalami penurunan dari PON ke PON.
“Dari PON Jawa Barat kita meraih 7 medali emas, di PON Papua turun jadi 5 emas. Bahkan di PON Sumatera Utara yang terakhir, untung ada PODSI dan tinju. Kalau tidak, kita bisa kehilangan medali emas sama sekali,” ungkapnya.
Pernyataan itu sontak menjadi sorotan karena dinilai sebagai alarm keras bagi dunia olahraga Maluku.
Sam mengakui, saat ini hanya beberapa cabang olahraga yang masih konsisten menyumbangkan prestasi, dan salah satunya adalah PODSI yang selama ini dikenal sebagai “lumbung emas” Maluku.
Ia pun memberikan apresiasi khusus kepada mantan Ketua PODSI, Anos Yermias, yang dianggap berhasil membawa olahraga dayung Maluku menorehkan prestasi luar biasa di tingkat nasional.
“Olahraga itu butuh orang-orang yang punya keikhlasan, dedikasi, bahkan agak-agak gila sedikit supaya bisa melahirkan prestasi,” ujar Sam disambut tepuk tangan peserta pelantikan.
Kepada pengurus baru PODSI Maluku, Sam berharap organisasi tersebut mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi yang sudah diraih selama ini.
“PODSI hari ini bukan lagi membangun dari nol. Posisi sekarang adalah mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang sudah dicapai,” katanya.
Di tengah kondisi efisiensi, Sam mengakui pembinaan olahraga bukan pekerjaan mudah. Menurutnya, olahraga tidak hanya membutuhkan semangat, tetapi juga dukungan finansial yang besar.
Meski demikian, KONI Maluku tetap menargetkan kebangkitan olahraga daerah menuju PON ke-28 di NTT–NTB.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Provinsi Maluku bersama KONI telah menyepakati pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Maluku pada Januari atau Februari 2027.
“Dalam waktu dekat KONI Maluku akan menyampaikan pemberitahuan kepada seluruh cabang olahraga dan KONI kabupaten/kota untuk mempersiapkan diri menghadapi Porprov 2027,” ujarnya.
Sam juga mengungkapkan bahwa KONI Maluku telah menginventarisasi cabang-cabang olahraga unggulan yang akan menjadi fokus pembinaan menuju PON mendatang.
Ia menutup sambutannya dengan ajakan keras kepada seluruh insan olahraga Maluku agar tidak lagi bersantai menghadapi persaingan olahraga nasional yang semakin ketat.
“Tidak ada waktu lagi untuk berleha-leha. Mari sama-sama bekerja untuk mengangkat kembali harkat dan nama baik Maluku lewat prestasi olahraga,” pungkasnya.